Monday, February 3, 2014

sebuah jawaban

10:52 PM 0 Comments
Kamu boleh saja menanggalkan sebuah nama yang sudah kamu tujukan untukku
Dan kamu juga boleh jika ingin benar-benar melepasku..
Karena mungkin aku tak ada dalam hidupmu.
Aku adalah seseorang yang hadir di waktu yang tidak tepat dalam pikirmu.
Aku adalah seseorang yang mungkin telah membuatmu menjaga hati dan sikapmu.
Aku adalah seseorang yang telah membawamu dalam suatu rasa.
Rasa nyaman yang sepertinya memberikan kedamaian di hati.
Aku rasa seperti itulah yang kamu rasa.

Aku bisa mengerti alasanmu dengan waktu.
Aku juga bisa terima kalau Kamu ingin melepaskan anganmu akanku
Satu pintaku,
Aku tidak ingin kamu menghilangkan sosokku yang pernah ada dalam anganmu.
Dan jika sosok sepertiku kembali hadir di waktu yang tepat.
Aku ingin kamu tetap bisa menerimanya
Dan aku ingin bisa membuatmu merasakan kembali rasa itu.


>>karena rasa itu adalah aku
&
>>karena aku adalah inginmu


- repost dari blog lama.

good bye

10:50 PM 0 Comments
Kutanggalkan nama itu
Ku lepaskan anganku
Tak pernah ada kisah bersama nama itu
Karena aku tak lagi punya waktu
Menunggumu dan mencarimu
Semua sampai pada batas waktu
Ini adalah pilihanku

Aku tak pernah tahu siapa kamu
Kamu yang seharusnya memakai nama itu
Kamu hanyalah anganku
Kamu tak pernah nyata dalam hidupku
Tak kan pernah ada aku atau pun kamu bersama nama-nama itu


- repost dari blog lama.

untitled

10:49 PM 0 Comments
Dulu aku menunggumu
Dulu aku mengharapkanmu
Dulu aku yakin akanmu
Aku yakin kalau kamulah yang terbaik untukku
Kamu seperti yang ku mau

Tapi,di tengah perjalanan hidupku menunggumu
Seorang teman menasihatiku
Seakan menyadarkanku
Dia bilang aku tak boleh hanya menunggu
Menunggumu hadir dalam hidupku
Dan saat itulah aku mulai mencarimu

Aku tak tahu kemana aku harus mencarimu
Tapi,yang aku tahu pencarianku akanmu ada bersama langkah hidupku
Kemana langkah kaki kehidupanku melangkah pergi
Disanalah pencarianku akanmu

Sampai Sang waktu berujung dan membatasi langkahku
Kini waktu sudah tak tepat untukku
Tak ada waktu lagi untuk melangkah mencarimu
Aku tak menemukanmu
Dan kita tak kan pernah bertemu
Sekarang aku tak ragu
Jika bersama nafasku aku melepaskan inginku akanmu 



Repost dari blog lama.
- Senin, 25 Januari 2010 -

Mengalah

10:48 PM 0 Comments
Mengalah...
Apa itu caramu mempertahankanku
Untuk ungkapan suka dan cinta yang pernah terucap
Untuk kisah yang pernah ada
Tidak peduli berapa lamanya
Begitukah caramu?
Apa pantas itu disebut mengalah
Mengalahmu di mataku seperti melepasku daripada mempertahankanku

Mengalah...
Mengapa di saat aku mulai menyukaimu
Di saat hatiku mulai mencoba untuk menerimamu
Aku harus mendengar kata itu terucap darimu
Kamu seolah-olah ingin melihatku bersama orang lain
Dan jika benar inginmu seperti itu
maka tak sama seperti inginku
Aku ingin kamu mempertahankanku
Aku menghargai caramu mempertahankanku
Dan itu bukan dengan kata mengalah
Aku ingin kamu tahu itu

 

Terinsipirasi dari kisah seorang teman.
Repost dari blog lama.
Ditulis pada: 
24 FEB 2010
21:58

Tentang Passion

10:19 PM 0 Comments
Kemaren saya berkunjung ke blog salah seorang teman saya. Saya membaca tulisan-tulisannya. Dan di tengah-tengah saya membaca, saya berhenti tiba-tiba pada suatu kata yang membuat saya berpikir. Kata itu adalah PASSION. Ya teman saya menulis dengan jelas “Karena itulah Passion saya”. Sebenarnya, jauh sebelum ini saya juga pernah membaca tulisan teman saya yang lain di blognya dengan semangat yang serupa. Sedikit membuat saya tertarik dengan “PASSION” itu sendiri. Di blog teman saya, dia bercerita tentang petuah dari profesornya. Profesornya pernah bilang orang yang paling kasihan adalah mereka yang biasa saja. Yang sama dengan orang kebanyakan. Yang tidak bisa dibedakan dari yang lain. Bahasa sederhananya, yang standar-standar saja lah. Kata profesornya sambil berkelakar, mending menjadi mahasiswa yang buodoh sekalian daripada menjadi yang di tengah-tengah. at least mereka yang begitu jadi dikenal gara-gara kebodohannya yang kebangeten. (just kidding). Poin yang dapat diambil ketika itu, sebenarnya adalah jadilah terang. Jadilah seseorang yang berbeda dengan yang lain. Lantas, Bagaimana caranya untuk menjadi berbeda?
Teman saya menuliskan: “Pertama, kenali dirimu. Kalau sudah kenal, di suatu persimpangan pasti kamu akan bertemu dengan ‘passion’ kamu. Juga kalau sudah kenal, pasti akan tahu di titik mana sih sebenarnya kamu ‘berbakat’ lebih dibanding dengan yang lain. Setelah itu, pilihlah tempat berproses untuk mengembangkan diri kamu, sekaligus untuk mendewasakan hidup. Kamu suka memasak dan banyak orang bilang masakanmu enak, tekuni hal itu. Kamu suka menulis, dan banyak yang memuji buah karyamu, maka rajin-rajinlah kamu mengasahnya. Kamu merasa puas saat bisa berkontribusi untuk negaramu, mulailah bergabung dengan organisasi sosial berbasis youth empowerment atau social development yang bisa memenuhi kebutuhanmu. Kamu ingin menjadi pengusaha dan merasa memiliki jiwa usaha, mulailah belajar menjadi pengusaha dan memperluas network. Kamu suka musik, dan mudah mengaplikasikan nada-nada yang kamu dengar melalui alat musik, semakin berlatihlah kamu di bidang itu. Kamu suka fotografi, mulailah belajar foto dan disain juga perluas network kamu. Kamu suka belajar dan ingin menjadi profesor, maka kamu harus lima kali lebih tekun membaca buku yang akan mendukungmu daripada orang-orang di sekitarmu”.
Ya. Begitulah “PASSION”. Kamu lebih bisa dimana, tekunilah itu.
Saya sebenarnya iri dengan mereka, teman-teman saya. Sampai sekarang saya masih belum tahu “passion” saya dimana. Saya terlalu bermasalah dengan diri saya sendiri. Saya dikalahkah oleh ketakutan akut dalam diri saya.
Saya iri dengan mereka yang sudah tahu dimana “passion” mereka. Hingga mereka pun punya mimpi yang tinggi. Mereka punya tujuan hidup yang jelas.
Saya juga pernah membaca tulisan yang saya jumpai di blog secara tidak sengaja. Tulisan yang membahas tentang mimpi atau impian. Disana ditulis, kalau orang yang sudah punya tujuan, punya mimpi tapi masih malas-malasan itu namanya orang payah. Saya jadi berpikir. Terus saya apa? Saya pun membuat kata-kata sendiri. Kalau mereka yang sudah punya tujuan, punya mimpi tapi masih malas-malasan itu namanya orang payah…berarti lebih payah lagi yang tidak punya mimpi dan tujuan hidup yang tidak jelas dan masih malas-malasan.

Tulisan ini repost dari blog lama saya.
Tulisan ini ditulis pada
Senin, 14 November 2011
22:24