Showing posts with label RANDOM MIND. Show all posts
Showing posts with label RANDOM MIND. Show all posts

Sunday, November 15, 2015

Sekarang

8:18 AM 0 Comments
Sekarang ini, yang ada di pikiran ketika melihat:
1. Anak TK/ Anak SD -> Kyaaa... barang-barangnya lucu-lucu. Alat tulisnya, tas dan lain-lain. Kan jadi pengen punya juga. Bisa sih beli tapi berdasarkan fungsi kegunaan tentu saya tidak terlalu membutuhkan itu. Pemakaiannya akan jarang sekali.
2. Anak SMP -> Wah masa-masa enjoy buat ikut di ekstrakulikuler seru nih..
3. Anak SMA -> Gilaaa... itu anak SMA sekarang kelahiran tahun berapa ya? Hahaha.
Dan jika kalian kemudian bertanya ke saya: "Merasa tua ya?"
Saya akan menjawabnya,"Nggak. Saya justru merasa malu. kenapa? Karena yang berjalan nggak seperti itu. Maksudnya kalau kita tua tentu kita harus bersikap sedemikian rupa untuk merepresentasikannya. Tapi, yang berjalan di kehidupan saya nggak seperti itu. Hehehe".

Minggu, 15 November 2015
08:18

Tuesday, October 13, 2015

Ambigu

10:59 AM 0 Comments
Saya ambil buku catatan saya. Kemudian saya menuliskan di salah satu halaman kosong di sana:
“USAHA SENDIRI”.
Saya baca, baca, baca, dan baca lagi.
Sampai akhirnya saya merasa...
Kok ini ambigu ya...
Hahaha.

Friday, September 18, 2015

Penulisnya

5:43 PM 0 Comments
Bukan kaku karena terlalu baku.
Tidak juga terlalu formal karena merasa normal.
Hanya saja perlu menulisnya sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan. 
Dan sedang berproses untuk itu.

Memberi Kesan

5:41 PM 0 Comments
Pernahkah kalian berpikir seperti ini?
Screencaps from kmovie My Love My Bride
Atau mungkin memberi kesan sudah menjadi suatu hal yang wajib bagi kalian ketika berjumpa dengan orang lain?

Saya ingin bertanya kenapa?

Bukankah kalau kita sebelumnya terlalu ingin memberi kesan pada orang lain kita akan menjadi canggung sendiri dan jauh dari kata menjadi diri kita sendiri?

Hahaha. Sebenarnya saya ingin tertawa sendiri tentang hal ini. Karena bisa jadi yang terjadi adalah screencaps lanjutannya di bawah ini. Hahaha.

Screencaps from kmovie My Love My Bride
Kita ingin memberi kesan tapi pada akhirnya kita malah ilfeel sendiri. Karena yang ingin kita beri kesan ternyata tidaklah berkesan. Hahaha.

Dan pernahkah juga kalian berpikir dan bertanya kepada diri sendiri tentang mengapa dirimu harus merasa malu karena ulah orang lain atau kenapa dirimu harus peduli tentang apa yang dikerjakan orang lain? Padahal orang itu bukan siapa-siapamu. Meski orang-orang menilai kalau dia ada apa-apa denganmu. *absurd ini mah kalimatnya hahaha*

Mencoba mengartikan paragraf terakhir, jadi intinya adalah kamu mendapatkan kesan yang tidak menyenangkan yang seharusnya tidak perlu kamu dapatkan. Kamu ditinggalkan kesan oleh orang yang tidak berkesan. Makanya kamu merasa malu. Benar nggak sih? *garuk-garuk kepala*

Jum’at, 18-09-2015 
13:26

Flashdisk 8GB Limited Edition

5:08 PM 0 Comments
Pic di bawah ini saya dapat dari instagram  yang diupload sama @dagelan.



Ketika pertama kali melihatnya kemudian membaca tulisannya yang terpikirkan oleh saya adalah kurang lebih seperti ilustrasi berikut ini:

FD 8GB: “Yakin? Yakin bakalan milih kamu?”

FD 16GB: “Yaiyalah. Secara pas gitu” (merasa di atas angin)

FD 8GB: “Yakin? Tetap bakalan milih kamu daripada aku yaang biarpun cuma 8GB tapi Limited Edition?”

HDE 1T: “Halo...apa kabarnya ya sama saya?”

FD 16GB: “Ah... lupa kalau ada dia” (kemudian mundur teratur)


***

Begitulah yang terpikirkan oleh saya. Mikirnya berarti ada dua FD. 8GB dan 16GB. Terus, gimana ya kira-kira kalau ada FD 8GB tapi Limited Edition. Bakalan lebih milih yang mana? Tapi, saya tahu inti yang ingin disampaikan bukan seperti itu. Hehehe.

Btw, kalau dari sudaut pandang anak TI bakalan lain lagi ceritanya. Anak TI kan banyak akal. Selalu ada jalan. Hehehe.
 

Saturday, September 12, 2015

Kalimat Sedih

12:07 PM 0 Comments
Karena aku tak tahu kalau kamu begitu

(dalam hati) please jangan sampai ada yang bilang "sempurna"

beberapa saat kemudian

"sempurna"

gubrak!

please atuh ini bukan lagunya Andra and the back bone.

Ini juga bukan kalimat pujian.

Karena ini adalah kalimat sedih.

Yang memang cukup berhenti sampai di situ.

Misaeng : Sometimes still make me to think

11:53 AM 0 Comments
Padahal sudah cukup lama saya menonton drama ini. Tapi, masih saja bikin kepikiran. Ini tulisan saya yang kedua tentang Misaeng. Sebelumnya saya sudah sempat posting tentang Misaeng di blog saya ini.
Okeh, saya bakalan sharing beberapa screencaps yang bikin saya kepikiran.



Biar pun usia saya belum segitu. Saya juga sering memberikan pertanyaan itu ke diri saya.
“Selama ini apa yang sudah saya lakukan?”
“Apa hari demi hari saya menjadi pribadi yang lebih baik?”
Karena yang pernah saya dengar kalau hari ini sama atau lebih buruk dari hari kemarin itu katanya kita merugi.
Asli. Bikin galau.

Wednesday, March 18, 2015

Belum Menemukan Kata Yang Tepat

2:17 PM 0 Comments
Hei... saya belum menemukan kata yang tepat untuk mewakili keadaaan yang seperti ini. Keadaan dimana kita bisa membuat sesuatu dengan baik tapi kita tidak dapat menghasilkan nilai yang cukup baik dikarenakan kita tidak dapat mempresentasikan apa yang telah kita buat dengan baik. Kita belajar sendiri. Kita seperti yang pertama. Bahkan kita menjadi panduan bagi orang lain juga. Kita mengajari orang lain bahkan terkadang juga membuatkan orang lain sesuatu. Tapi, kenapa hasil mereka lebih baik dari pada kita? Jerih payah belajar memahami sendiri sementara mereka mendapatkan pemahaman dan arahan dari kita. Mereka membuat yang lebih baik dari kita yang terkadang menghilangkan elemen kita. Mereka mempresentasikannya dengan baik. Penilai terkadang tak mau tahu dengan proses dan hanya menilai apa yang ada saat itu.

Wednesday, December 10, 2014

Barisan Para Mantan

7:24 AM 0 Comments
"Terima kasih kalian. Barisan para mantan". Pasti pernah dengar lagu yang liriknya seperti itu kan? Yap! itu sepenggal lirik dari lagunya the Rain yang judulnya "Terlatih Patah Hati". Kenapa ya tiap kali saya dengar lirik itu saya jadi berpikir "barisan para mantan? emm... mantan saya ada berapa shaf ya? hahaha". Kayak shaf shalat subuh kali ya... nggak ada. Sepi. Hahaha.

Kamis, 20 November 2014
15:11

Friday, June 20, 2014

Bayang Perulangan

10:06 PM 0 Comments
Apa yang harus kita siapkan?

* * *
Kita menginginkan bersama. Yang berarti kita harus siap bersama.
Dan berarti di sisi lain. Kita juga harus siap untuk sendiri.
Begitulah. Untuk orang-orang yang kehidupannya berjalan dengan normal,
terdapat dua hal, dua pilihan, dua kemungkinan.
Sementara itu...
Untuk orang yang kehidupannya tidak berjalan dengan normal.
Berbeda dan spesial.
Ada tiga...
Bersiap untuk bersama. Bersiap untuk sendiri. Dan...
Bersiap akan suatu perulangan.

Damn! terkadang perjalanan hidup memang meninggalkan trauma.


Don't Leave Me...

8:30 PM 0 Comments
biasa ditinggalkan justru tidak membuatku terbiasa dengan rasanya. Ini membuatku semakin takut untuk ditinggalkan. Aku takut untuk sendiri. Rasanya aku akan belajar bagaimana untuk menahan dan bertahan.

Wednesday, May 28, 2014

Galau boleh?

8:43 AM 0 Comments
Bahkan dalam mimpi, yang dimimpikan tak bersama dengan pemimpinya

nb: galau boleh?

Friday, May 9, 2014

The Fight

8:05 AM 0 Comments
Aku tidak akan terkejut atau merasa heran bahkan takut  ketika pada kesempatan yang tidak aku inginkan aku harus melihat pertengkaran dua sejoli. Aku juga tidak akan begitu takut ketika aku harus bertengkaran dengan orang lain karena aku tahu ada kamu di belakangku. Tapi, aku akan takut ketika mungkin nanti akan ada pertengkaran antara aku dan kamu. Ya! denganmu. Bagaimana bisa? Sepasang orang yang saling mencintai bisa seperti itu. Aku tahu hati, mood, atupun perasaan setiap detik mungkin bisa berubah dengan sendirinya tanpa disadari, Tapi, tetap saja rasanya aneh hal baik yang kemudian menjadi hal buruk. Keharmonisan yang tiba-tiba ternoda oleh pertengkaran.

Jum'at, 09 Mei 2014
08:05

Kalahkan Egonya dan Cintailah Dia

7:02 AM 0 Comments
Pernahkah kalian menonton film animasi "Meet The Robinsons"?. Ada bagian dari film ini yang saya suka. Ketika Lewis pergi ke masa depan kemudian dia bertemu dengan dia versi dewasanya. Lewis dewasa berpesan ke Lewis kecil tentang gadis yang akan jadi pendamping hidupnya kelak. Agak lupa sih tapi kurang lebih seperti ini : "Salah atau benar. Dia (gadis itu) selalu benar". Hahahaha.
Belakangan ini saya berpikir, Buat apa kita memenangkan hatinya kalau kita tidak dapat mengalahkan egonya. Kalahkan egonya dan cintailah dia sepenuh hatimu. Tapi, tentu sebelum semua itu kamu juga harus bisa mengalahkan ego kamu sendiri. Buat dia mengalah padamu untuk segala hal. Saya pernah mendengar dari seorang komika dalam stand up comedy nya kalau laki-laki itu memiliki ego yang tinggi dan itu merupakan kebanggaannya. Saya sadar perempuan juga harus menurut pada laki-lakinya tapi alangkah manisnya juga kalau laki-laki itu menurut dengan perempuannya. :)

Jum'at, 09 Mei 2014
07:02

Saturday, March 8, 2014

Ulang Tahun dan Orang Tua

1:42 PM 0 Comments
Rasanya ada yang terlupakan ketika kita berulang tahun. Mungkin kita larut dalam meriahnya pesta di tengah sahabat-sahabat kita. Kita senang ketika banyak orang yang mengucapkan selamat ulang tahun ke kita karena berarti mereka mengingat hari penting dalam hidup kita. Syukur kalau disertai dengan do'a untuk kita. Kita merasa bahagia karena seiring bertambahnya usia kita, kita merasa kalau kita bertambah dewasa. Tapi, sebenarnya kita lengah akan sesuatu. Tanpa kita sadari kita melupakan sesuatu. Ketika kita berulang tahun, kita merasa bertambah dewasa dan orang tua kita bertambah tua. 


Jum'at, 27 Feb 2014
22:28

Menjadi Ibu

1:38 PM 0 Comments
Kenapa banyak yang menikah muda? Itulah pertanyaan yang keluar dari diri saya sendiri ketika saya mendapati kalau banyak teman-teman saya yang sudah mantap untuk ke jenjang pernikahan. Dalam gurauan, saya memberikan jawaban ke diri saya kalau menikah di usia muda itu nanti biar anaknya punya orang tua yang masih keren. Haha. Tapi, begitulah hidup. Hidup adalah pilihan. Seumuran belum tentu sepemikiran. Ada yang masih berpikir untuk mengejar mimpi-mimpi mereka mumpung masih muda, tapi ada juga yang memilih untuk mengemban tanggungjawab menjadi seorang istri dan nantinya seorang ibu juga.
Saya pernah mendapatkan jawaban yang menyentuh dari seseorang yang dibacakan oleh seorang pembawa acara dari suatu acara televisi yang saya tonton. "Saya memang kehilangan masa muda saya dengan saya menikah muda. Tapi, apa kalian tahu bagaimana senangnya melihat tumbuh kembang buah hati setiap harinya. Menjaganya setiap saat. Melihatnya tertidur pulas, melihatnya tertawa lucu dan melihatnya tumbuh sehat. Itu hari-hari yang membahagiakan saya untuk saat ini dan saya tidak pernah merasa menyesal untuk itu". Kurang lebih seperti itu.
Sementara itu saya juga pernah mendapat jawaban hebat lainnya untuk hal yang berbeda. "Menjadi Ibu adalah sesuatu yang istimewa. Saya merelakan gelar atas pendidikan tinggi saya untuk tidak bekerja dan sepenuhnya menjadi Ibu rumah tangga. Saya tidak harus merasa menyesal untuk itu. Karena seharusnya saya merasa bangga. Karena anak saya sedari kecil sudah bisa langsung diajar oleh seseorang lulusan pendidikan tinggi (ibunya), beda dengan saya". Kurang lebih begitulah jawaban yang mengagumkan itu. 


Kamis, 27 Feb 2014.
17:14

Saturday, February 15, 2014

cinta : kesepakatan bukan kesepihakan

8:10 PM 0 Comments
Cinta adalah suatu kesepakatan, bukan suatu kesepihakan. Suatu kesepakatan untuk mengambil komitmen. Dan bukanlah suatu kesepihakan yang hanya dijalani satu pihak saja. Yang sepihak bukanlah cinta namanya. Karena cinta itu haruslah berjalan dua arah. Seperti mencintai dan dicintai.
Jadi, kesimpulannya adalah cinta tidak bisa dieksperimenkan. Mengapa? Yah karena cinta itu bukanlah suatu kesepihakan. Hehe. Kayaknya kesimpulannya nggak nyambung yah? Hehe.
Okeh, dikit aja deh nulis tentang cinta-cintaannya soalnya kagak banyak ngerti juga. Haha.


Kamis, 11 Agustus 2011
19:03

INI CANDA, BUKAN CINTA!!!

7:56 PM 0 Comments
Saat semuanya seakan memojokkan akan apa yang pecinta rasa pada seseorang adalah cinta, pecinta memungkirinya. Pecinta membohongi orang lain tentang perasaannya. Pecinta tidak ingin seorang pun mengusik cintanya. Pecinta lebih memilih mencintainya dalam diam. Atau terkadang menyatakan persaannya dalam canda. Tapi, sayang yang tersampaikan justru kesan candanya daripada isi dari canda itu sendiri.
Saat dimana pecinta sudah benar-benar menyatakan perasaannya di suatu suasana serius tanpa canda dan ternyata jawaban yang diterimanya adalah suatu penolakan lantas pecinta justru bilang kalau pernyataan cinta itu cuma bercanda. Hehe. Lucu yah???
---
Haha. Kurang lebih begitulah sedikit narasi tentang keadaan di lingkungan yang terkadang membingunkan. Hehe. Cinta..cinta…kalau cinta mah cinta aja….apa cinta adalah suatu bahan bercandaan?? Kalau cinta mah bilang cinta aja…kalau canda ya bilang kalau canda!!! Huhhhuuuu…

Minggu, 24 Juli 2011
21:43