Wednesday, April 4, 2012

Merasa Sendiri Adalah…

9:23 AM 0 Comments

Saat kamu bersama dengan kedua orang teman kamu. Dimana teman kamu lebih dekat dan nyaman bersama dengan teman kamu selain kamu.
Saat teman kamu menemukan banyak teman baru dan lebih nyaman bersama dengan mereka.

a fake concern (a letter to an opportunist)

9:19 AM 0 Comments
kasihan?
Apa mereka juga kasihan denganmu?
Lisanmu sungguh manis saat kau mulai ujarkan rasa kasihanmu
Dan aku bertanya setelah itu
Apa yang kamu lakukan?
Tak lakukan apapun
Hanya membagi rasa
Apa itu dapat selesaikan semuanya
Terkadang aku merasa kalau sekarang kamu tlah seperti dia
Menjadi ringan sekali dalam bertutur kata

Kau tak ingin rugikan siapapun
Tapi di sisi lain kau inginkan semuanya itu timbal-balik
Kau baik karena itu untuk bersama
Karena kalau kau buat jelek
Baik mereka ataupun kamu
Pastinya akan dapat jelek juga
Kau seolah tak mau dapat jelek
Dan sebenarnya ada sesuatu yang kamu lewatkan
Sesuatu pelajaran yang lebih dari berbagi rasa kasihan


Friday, March 30, 2012

THINK BEFORE YOU SAY

6:58 AM 0 Comments
Suatu ketika saya pernah Online, dan tersangkut di multiplay seseorang. Pada salah satu tulisannya, saya membaca kurang lebih yang intinya seperti ini: Jangan asal bilang kalau dirimu itu autis. Anda tidak tahu bagaimana repotnya seorang ibu yang mengurus seorang anak autis. Kalau Anda tahu Anda pasti tidak akan mengatakan kalau diri Anda itu autis. Jadi, jangan langsung mudah mengatakan sesuatu tanpa Anda tahu apa yang sebenarnya Anda ucapkan.
Kalau saya pikir memang ada benarnya. Pernah saya menjumpai teman di dunia maya yang dengan mudahnya bilang kalau dia autis. Foto profil di jejaring sosialnya bertuliskan autis. Padahal tampak lebih tepat kalau dibilang alay atau narsis.
Tidak perlu berjalan jauh-jauh untuk mengambil contoh dari seorang teman saya, saya sendiri pun pernah googling tentang ciri-ciri anak autis. Karena saya juga penasaran apa saya bisa dibilang autis juga apa tidak. Beberapa ciri sih ada yang masuk. Dan terkadang saya juga bilang kalau diri saya ini autis. Tapi, sekarang saya lebih cenderung untuk memakai kata introvert untuk menggambarkan diri saya daripada memakai kata autis. Karena saya memanglah seorang introvert.
Selain itu juga, tidak jarang juga saya membaca tulisan maupun mendengar orang yang bilang kalau dia pengen bunuh diri. Kalau saya pikir-pikir memangnya bunuh diri itu gampang? Saya saja terkadang berpikir tentang bunuh diri juga . Tapi, pemikiran saya untuk bunuh diri itu terhenti karena saya tidak bisa melakukannya. Karena saya tidak bisa melukai diri saya sendiri. Dan, kalau meminta orang lain untuk membunuh ya rasanya aneh dan pastinya tidak akan ada yang mau. Haha. Selain itu kalau pergi terlalu cepat seperti orang yang tidak bertangungjawab saja. Tidak tahu berterima kasih. Tidak tahu balas budi. So, Think before you say. ^_^

Jum’at, 03 Februari 2012
22:06

Saturday, February 4, 2012

NYONTEK AJA KEBANYAKAN PROTES!!!

11:11 PM 0 Comments
Belakangan ini saya masih sebel dengan teman-teman kuliah saya yang selalu saja menggerutu masalah nilai-nilai kuliah mereka yang dirasa jelek menurut mereka. Hei teman? Kenapa nggak diterima saja sih nilainya. Sadar diri. Saya tidak begitu respect dengan sikap mereka. Pasalnya, ujian nyotek saja kebanyakan protes. NGACA WOI…Kalau kalian jujur pada ngerjaen sendiri gitu wajar kalau protes masalah nilai.  Saya saja yang ngerjaen sendiri, dapat nilai yang seringnya tidak lebih bagus dari kalian saja diam. Terima. Tidak banyak menggerutu. Ya, saya lebih suka introspeksi daripada mempermasalahkan berapa nilai yang keluar.
Masalah seperti ini malah membuat saya tidak semangat belajar dan kuliah. Habis saya yang rajin belajar, yang benar-benar belajar malah nilainya ada di bawah mereka yang penyontek itu. Sedih dan kecewa banget rasanya.
Kenapa ya rasanya menyontek itu sudah menjadi budaya? Di setiap jenjang pendidikan pasti ada yang seperti ini. Sampai bosen sendiri saya. Tidak ada perubahan. Bahkan, sekarang ini metode menyontek juga berkembang mengikuti perkembangan zaman. Di zaman yang sudah berbasiskan teknologi seperti sekarang ini, para siswa pendidikan dan mahasiswa menggunakan HP kala ujian. HP itu digunakan untuk browsing mencari jawaban dari soal ujian atau malah langsung minta jawaban ke orang lain lewat SMS. Kapan Indonesia majunya kalau generasi penerusnya macam ini? Tidak mau belajar. Tidak mau membaca, maunya langsung yang instan saja.

Jum’at, 03 Februari 2012
23:39

SUPER DAD!!!...

11:02 PM 0 Comments
Hari ini hari kelima saya Praktik Kerja Lapangan di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus. Hari ini meninggalkan kesan tersendiri buat saya. Hari ini saya berjumpa dengan seorang sosok ayah yang hebat, menurut saya. Ya, pagi ini di perpustakaan saya bertemu dengan seorang pria paruh baya bersama dengan putrinya. Di perpustakaan, di bagian khusus buku anak-anak saya dan dua orang teman saya mengobrol dengan bapak itu. Ternyata bapak itu rumahnya ada di Klaling, Jekulo. Jaraknya cukup jauh juga dari perpustakaan yang lokasinya ada di Kompleks GOR Wergu. Dan, ketika kami bertanya alasan Si Bapak sampai harus jauh-jauh ke perpustakaan, kami menemukan jawaban yang super. Bapak itu bilang ingin membiasakan anaknya untuk ke perpustakaan. Untuk membaca buku. Dan selain itu juga karena beliau sendiri juga suka baca. Padahal anaknya itu masih TK. Dan profesi bapak itu sendiri hanyalah tenaga pengajar pengganti di suatu sekolahan. Menggantikan guru yang tiba-tiba tidak bisa mengajar, membina pramuka, maupun menjaga atau mengelola perpus. Keren sekali bapak yang satu ini…..

Jum’at, 03 Februari 2012
22:33