Thursday, January 31, 2013

Trauma.

11:34 AM 0 Comments

Untuk mereka yang tak tahu.
Untuk mereka yang tak mengalaminya.
Diungkapkannya rasa itu berlebihan menurut mereka.
Apa ada yang salah ketika aku bilang aku merasa takut?
Kemudian aku bertanya pada diriku sendiri.
Ada apa dengan ekspresi mereka?
Mereka seperti heran.
Aku tak bilang aku trauma karena itu,
Karena kejadian itu.
Tapi, Aku punya trauma sebelumnya.
Dan aku tak ingin ada di keadaan seperti itu.
Karena itu hanya akan mengingatkanku.
Membuka memori-memori yang tidak ingin aku bangunkan kembali.
Kalau aku boleh memilih aku tidak ingin ada disana.
Aku ingin berlari keluar dan pergi.

Aku tak ingin kalian tahu.
Tapi, apa daya aku terlalu jujur
Hingga mengatakannya.
Karena ada yang bertanya.
Tapi, Aku sadari setelah itu.
Kalian memang tidak perlu untuk tahu.

Senin, 30 Januari 2012
19:55

Because of myself

11:32 AM 0 Comments

Hari ini saya memberi selamat ke teman saya karena sudah merubah statusnya dari “Single” menjadi “Married” di Facebook. Tentu dia belum benar-benar menikah sepertinya. Hanya baru berpacaran. Saya minta PJ (baca: Pajak Jadian) dari dia. Sebenarnya agak terlambat juga saya memberi selamat ke dia, maklum dua hari ini saya tidak bisa buka Facebook. Tapi, dia malah membalas sms saya: “Aku nunggu kamu aja lama”. Memang dia pernah menyatakan cinta ke saya. Tapi, saya tidak menerimanya. Kita masih tetap menjadi teman baik sampai sekarang.
Jujur saya jadi agak galau. Sedih juga. Tapi, bukan sedih karena saya tidak bisa sama dia. Atau karena dia sekarang sudah sama orang laen. Tapi saya sedih lebih karena saya melihat diri saya sendiri yang masih saja seperti ini. Masih belum bisa percaya ke orang laen. Masih belum bisa membuka hati. Saya sendiri tidak tahu sampai kapan saya akan “melewatkan” seperti ini. Saya merasa saya masih belum bisa berdamai dengan masa lalu. Saya masih terperangkap dalam trauma.
Teman saya mungkin akan bilang kalau tidak semua laki-laki itu sama. Tapi, masalahnya laki-laki yang saya temui itu sama saja. Satu tipe. Bagaimana dong??? Tentu yang seperti itu bisa terjadi kan???

Selasa, 30 Januari 2013
19:35

Sunday, December 23, 2012

Bertemakan Cinta Hari Ini?

9:41 AM 0 Comments
16 Desember 2012. Rasanya hidup saya bertemakan cinta saja. Ketika bangun tidur, saya masih ingat dengan mimpi saya. Mimpi yang aneh. Ada teman SMA saya dan teman kuliah saya. Kok bisa ya? Aneh. Dalam mimpi saya, saya keluar ruangan kelas. Saya bermain dengan teman-teman saya. Tapi, ada pemandangan yang tidak biasa yang ditangkap oleh mata saya ketika masih di depan pintu ruangan dan hendak keluar. Saya melihat teman SMA saya (cewek) berdiri berhadapan dengan teman kuliah saya (cowok). Mereka seperti terlibat pembicaraan serius. Saya pun mengabaikan mereka dan segera memulai permainan saya dengan teman-teman saya di halaman. Sampai ketika di tengah permainan, saya melihat ke arah mereka lagi dan....PLAK!!! teman kuliah saya kena gampar oleh teman SMA saya. Selanjutnya, tahu-tahu ketika saya sudah di rumah, teman kuliah saya itu sudah ada di depan rumah saya. Ngobrol dengan kakak saya. Sepertinya dia sudah menunggu saya cukup lama. Kakak saya pun masuk ke dalam rumah dan saya mulai berbicara dengannya di teras rumah. "Ada apa?", tanya saya. "Nggak apa-apa", jawabnya. 
Dan pagi memberhentikan mimpi saya. Saya terbangun dengan masih bertanya-tanya. Maksud dari mimpi itu apa ya? Mimpi yang aneh. Sampai pada akhirnya satu kalimat tercipta "Siapa yang jalan di belakang siapa?".

Saturday, December 22, 2012

20 12 2012 ~ Welcome to the world :)

9:18 PM 0 Comments
20 12 2012. Ditanggal cantik itu, karena seperti terlihat adanya pengulangan 2012, kakak ketiga saya resmi menjadi ayah. Saya dapat keponakan baru. Hehe. Perempuan. Padahal saya kira yang lahir bakalan laki-laki. Soalnya biasanya anak pertama yang lahir di keluarga saya itu laki-laki. Laki-laki atau perempuan yang penting Alhamdulillah sudah lahir dengan selamat. 
Sebenarnya saya mendapat kabar gembira itu tepat setelah saya pulang dari kuliah. Sampai di rumah sore-sore, ujan-ujan, saya mendapat kabar kalau kakak ipar saya sudah melahirkan. Di rumah, tepatnya di dapur tetangga saya yang juga masih kerabat saya sibuk dengan kegiatan memasak untuk menyiapkan syukuran untuk kelahiran putri kakak ketiga saya. Setelah ganti pakaian saya langsung pergi ke tempat bidan dimana kakak ipar saya melahirkan. Tempatnya tidak jauh karena ada di belakang rumah saya. Hehe. Sampai disana saya langsung menemani kakak ipar saya sementara kakak saya yang dari tadi siang sudah menemani harus pulang untuk mengurus beberapa hal penting.
Saya pun langsung mengajak ngobrol kakak ipar saya tentang kronologis persalinan. Soalnya tadi pagi kakak ipar saya itu masih beraktifitas seperti biasa dan seperti belum terlihat tanda-tanda akan melahirkan. Ternyata air ketubannya pecah itu pas siang. Dan rumah waktu itu kosong. Kakak ipar saya sendirian karena  saya masih di kampus sementara kakak saya yang lain yang biasanya kalau jam istirahat kerja itu pulang ke rumah sudah balik ke tempat kerja. Dan tetangga saya pun masih belum pulang kerja. Kakak ipar saya pun langsung menghubungi suaminya (kakak ketiga saya). Dan kemudian dibawalah kakak ipar saya ke tempat bidan untuk melahirkan. Ketika saya tanya apakah proses melahirkannya lama atau tidak semenjak air ketuban yang sudah pecah, Kakak ipar saya menjawab tidak begitu lama. Katanya juga melahirkannya ini lebih cepat dari yang diperkirakan. Kakak ipar saya melahirkan normal.
Senang. Alhamdulillah lahir dengan selamat, dalam kondisi sehat. Baik Ibu maupun bayinya.
:)

Sabtu, 22 Desember 2012
21:17

Monday, December 10, 2012

Falling in love

11:07 AM 0 Comments

Jatuh cinta adalah tentang sudut pandang. Tentang bagaimana caramu melihatnya. Aku pikir begitulah bagaimana jatuh cinta dimulai. Sederhananya ketika kamu, seorang perempuan melihat sosok orang yang ada di depanmu sebagai laki-laki maka aku pikir tanpa kamu sadari kamu akan mulai jatuh cinta padanya. Entahlah...mungkin memang jatuh cinta itu terasa cepat begitu saja. Hingga mungkin ketika dia bertanya semenjak kapan kamu jatuh cinta padanya, kamu bisa jadi akan bingung untuk menjawabnya.
Seorang teman bisa menjadi kekasih ketika kamu mulai melihatnya dengan cara yang berbeda dari cara biasanya kamu melihatnya, sebagai teman. Atau mungkin sejak dari awal kamu tidak ingin menjadikannya sebagai teman karena sejak awal kamu tidak memandangnya sebagai teman melainkan sebagai laki-laki (untuk kamu yang perempuan) atau sebagai perempuan (untuk kamu yang laki-laki).
Kenapa aku berpikiran seperti itu? Karena bukankah jatuh cinta itu antara laki-laki dan perempuan.
Ya, mungkin tentang cinta tidak hanya tentang laki-laki dan perempuan. Tapi, dalam hal ini aku mencoba melihat cinta antara laki-laki dan perempuan.
Kamu (laki-laki) jatuh cinta padanya(perempuan) karena melihat dia sebagai perempuan dan Kamu (perempuan) jatuh cinta padanya (laki-laki) karena melihat dia sebagai laki-laki.

Minggu, 09 Desember 2012
17:29