"Bro!", kata Fano ke Doni, sahabatnya yang dari tadi tampak galau.
"Iye. Ada apa?", sahut Doni.
"Bengong aja bro...Mikirin apa sih loh?"
"...Tyas???", belum juga Doni menjawab, Fano sudah mengucapkan nama seorang gadis cantik teman sekelas mereka. Gebetannya Doni.
Fano sudah tahu kalau selama tujuh bulan ini Doni mendam rasa ke Tyas. Fano sudah menyemangati sampai dengan mengajari Doni supaya menyatakan cinta ke Tyas. Maklumlah dengan reputasi Fano sebagai playboy, Doni tidak perlu meragukan nasihat serta ajaran sahabatnya itu dalam masalah percintaan. Tapi, emang benar kata orang kalau cinta nggak bisa nunggu. Gara-gara Doni nggak nembak-nembak Tyas, si Tyas keburu ditembak sama ketua OSIS yang mirip sama penyanyi jebolan ajang pencarian bakat di televisi.
"Udah punya orang tuh...Gimana dong sekarang?"tanya Fano sok polos.
"Alah masih bahas itu aja. Bahas yang laen ngapa? El Classico misalnya", jawab Doni males.
"Mau gue cariin gantinya bro?", kata Fano.
"Nggak usah. Gue lagi pengen sendiri aja".
"Alah bro..bro...Truk aja Gandengan lho...", ucap Fano.
"Terus? Nggak sekalian aja elo bilang kalau Teletubies aja berpelukan", kata Doni.
"Sori..sori..Sini bro gue peluk. Mewek di pelukan gue sini. Boleh kok...", ucap Fano jahil.
"Sori, Gue Bukan Maho", kata Doni sambil berdiri dari tempat duduknya dan lalu pergi berjalan menjauhi Fano untuk cepat-cepat pulang ke rumah.
"Eh...Gue malah ditinggal!", kata Fano.
"..Bro!", seru Fano sambil mempercepat langkah kakinya.
"Apa?"
"Sini lihat gue dulu. Maen jalan cepet aja kayak ikutan lomba lo!", protes Fano.
"Hmm"
"Komedi Bro...", ucap Fano saat sahabatnya itu benar-benar menghentikan langkahnya.
"Cuma bercanda aja bro gue tadi. Nggak usah dimasukin hati ya...", kata Fano.
"Berlebihan lo. Gue juga ngerti kaliiii...", jawab Doni.
"Ini aja bro yang pertama perlu elo masukin di hape elo. catat di phone list. Terus elo masukin di hati elo juga nggak apa-apa bro kalo elo emang bakalan cocok sama dia. Serius ini gue pengen bantu elo move on", ujar Fano sambil memperlihatkan sebuah nomor hape yang tercatat di hapenya.
"Tapi, gue tadi juga serius bilang kalau gue pengen sendiri aja dulu", kata Doni.
"Alah...mau sampai kapan bro? Sayang kegantengan elo bro...kegerus usia nggak ganteng lagi lho nanti", kata Fano dengan masih berharap kalau Doni mau untuk move on.
"Lah jangan bawa-bawa kegantengan gue dong...Tau sendiri kan lo! Kalau gue emang ganteng! Hahaha", ucap Doni diselingi tawa.
"Ganteng-ganteng jomblo. Nggak efektif!", kata Fano.
"...Jadi mau kenalan nggak nih? Anaknya baik kok...Gue rasa sih emang tipe kamu".
"Kok gue kayak hina banget gini ya. Cari cinta pake perantara"
"Udah bro nggak pake ngeluh. Mau nggak nih. Kalau nggak ya gue aja ini yang seriusin", kata Fano.
"Apa kata lo? Udah mentiga masih aja mau cari cewek lagi?"
"Cuma gertakan bro...tapi serius juga sih...Habis yang ini beneran beda".
"Ah elo malah kayak udah naksir duluan gitu sama dia".
"Kalau elo mau kenalan sama dia ya gue ngalah bro sama elo. Lagian niat awal kan emang pengen ngenalin dia ke elo".
"Nggak ah...ntar kita malah jadi musuhan. berantem cuma gara-gara cewek".
"Jauh amat bro lo mikirnya..beneran ini nggak mau? Kesempatan nggak datang dua kali lho...".
Terlihat Doni masih pikir-pikir.
"Fotonya elo ada nggak bro?", kata Doni.
"Fotonya elo ada nggak bro?", kata Doni.
"Foto? Bentar..."
"Nih!", ucap Fano sambil menunjukkan sebuah foto dari hapenya.
"Anjirrr....Dasar tape lo!", marah Doni ke Fano.
"Nih!", ucap Fano sambil menunjukkan sebuah foto dari hapenya.
"Anjirrr....Dasar tape lo!", marah Doni ke Fano.
Ternyata foto yang ditunjukkan ke Fano adalah foto seorang cowok yang masa kini sekali. Bergaya KPOP gitu. Cowok alay yang doyan bedakan.
"Komedi lagi lo bro?Anjirrr tau nggak?!", kata Doni agak sewot.
"Komedi lagi lo bro?Anjirrr tau nggak?!", kata Doni agak sewot.
"Kan tadi gue udah bilang Sori gue bukan maho", lanjut Doni.
HAHAHA. Fano terlihat puas tertawa melihat reaksi dari sahabatnya. Memang sih Doni itu orangnya agak sedikit seriusan. Dia kadang nggak bisa bedain mana orang lagi serius mana yang lagi bercanda. Sudah berpuluh-puluh kali Doni jadi korban akting ciamik dari Fano.
"Kalo elo serius mau move on dan cari cewek gue mau bantuin elo bro", kata Fano.
"Kampr*t lo!"
"Woles bro. Hahaha. Yang tadi itu seriusan nomernya orang yang ada di foto ini. Ini namanya mas Lukman. calon drummer kita yang baru. Gimana bro? Sebagai leader elo berhak ambil keputusan"
"Lo nggak salah cari orang. Itu bukan kayak drummer band rock malah kayak boyband. Kita kan nggak butuh penari latar. Apalagi kalau kita sampai ganti aliran".
"Itu foto seru-seruan aja pas dia dikerjaen sama temen-temen tongkrongan. Dibedakin terus disuruh pake kostum alay selama sehari".
"Kapan-kapan deh kita test skillnya dia".
"GUE KANGEN BAND KITA MANGGUNG LAGI", seru Fano.
"Semangat amat. Kenapa loh? Kesambet?", tanya Doni yang kini sudah melanjutkan langkahnya ke tempat parkiran motor.
"Ya. Kalau kita manggung kan setidaknya ada tambahan pemasukan buat gue malam mingguan. Nggak kayak elo malam mingguan di rumah nonton sepak bola sendiri. Hahaha".
"Punya cewek satu aja napa? Finansial elo nggak dukung juga gitu kok".
"Gue juga mau insyaf tapi belom waktunya kali ya. lo do'ain gue aja"
"GUE KANGEN BAND KITA MANGGUNG LAGI", seru Fano.
"Semangat amat. Kenapa loh? Kesambet?", tanya Doni yang kini sudah melanjutkan langkahnya ke tempat parkiran motor.
"Ya. Kalau kita manggung kan setidaknya ada tambahan pemasukan buat gue malam mingguan. Nggak kayak elo malam mingguan di rumah nonton sepak bola sendiri. Hahaha".
"Punya cewek satu aja napa? Finansial elo nggak dukung juga gitu kok".
"Gue juga mau insyaf tapi belom waktunya kali ya. lo do'ain gue aja"
"Dasar! Ya udah gue pulang dulu", kata Doni.
"kiss bye nya mana sayang", goda Fano.
"kiss bye nya mana sayang", goda Fano.
"Sori, Gue Bukan Maho", kata Doni sambil menendangkan kakinya dari atas motor ke arah Fano.
HAHAHA.
HAHAHA.
No comments:
Post a Comment