Wednesday, April 18, 2018

Menang Giveaway

5:18 AM 0 Comments
Sebenarnya saya jarang sekali maen instagram. Selain makan kuota kadang juga bingung mau ngapain. Hehehe. Tapi, beberapa waktu yang lalu saya iseng ikut giveaway yang diadakan oleh distro yang menjual atribut anime yang saya follow akunnya di instagram. Sesi itu berhadiahkan Hoodie Kaneki Ken dari anime Tokyo Ghoul. Beneran nggak sengaja karena postingannya muncul di timeline. Saya baca captionnya intinya kalau mau ikutan harus menjawab pertanyaan plus ngetag seorang teman dan nggak lupa kasih hashtag yang sudah ditentukan. Pertanyaannya waktu itu tentang anime Full Metal Alchemist. Berhubung saya tahu jawabannya berpatisipasilah saya melalui kolom komentar. Yang ikut sudah banyak.
Di lain hari masuklah notifikasi dari instagram yang tampil di smartphone saya. Pas saya buka ternyata akun instagram saya di tag oleh instagram distro tersebut dan memberitahukan kalau saya pemenang giveaway nya. Dan saya diminta buat men-DM untuk mengisi format pengiriman hadiah. HUAAAAA…. Sungguh nggak nyangka banget. Saya bahkan sampai bertanya ke kakak saya “INI BENERAN SAYA MENANG? DAPAT HOODIE GRATIS?” Saya lalu mengirimkan DM. Sebenarnya saya sempat takut kalau kemenangan saya ini dibatalkan karena saya lama mengirim DM nya. Gimana nggak lama? Notofikasi dari Instagram mereka baru masuk dua jam setelah postingan mereka. Beruntungnya nggak dianulir.
Hoodie yang dinanti nggak kunjung sampai di rumah padahal sudah ada hampir seminggu setelah saya melengkapi formulir dari mereka. Padahal jarak distro mereka dengan tempat tinggal saya nggak begitu jauh juga. Estimasi biasanya itu pengiriman 2-3 hari sudah sampai. Akhirnya saya memutuskan buat mengirim DM menanyakan kenapa nggak kunjung sampai kiriman hadiahnya. Eh mereka bilang lupa karena lagi sibuk ada event kemaren. Sehari setelah DM itu akhirnya hadiahnya sampai rumah juga. Saya senang. Hehehe.
Rasanya Alhamdulillah banget. Sesuatu yang sudah semenjak lama kamu inginkan, tapi belum bisa punya karena nggak punya uang buat beli. Eh sekarang bisa punya tanpa harus mengeluarkan uang sama sekali. Iya, dari dulu pengen punya atribut anime entah kaos, tas, maupun jaket/hoodie. Dulu suka liat-liat di shopee maupun di instagram. Sampai follow akun mereka yang jualan. Dan sekarang dapat hoodie Kaneki Ken dari Tokyo Ghoul yang dulu termasuk dalam list yang pengen punya hoodie itu.
Berikut foto hoodie Kaneki Ken nya:

Jaket Hoodie Kaneki Ken - anime Tokyo Ghoul 
Selasa, 17 April 2018
16:29

Sunday, March 4, 2018

Sebuah Laptop Dalam Riwayat

5:17 AM 0 Comments
4 Desember 2010. Berarti kalau sekarang 2018, sudah ada 7 tahun lebih laptop saya mendampingi saya. Arigatou…. Laptop ini sebenarnya laptop kakak. Ya karena yang beli dia. Yang bayar dia. Tapi, yang pakai saya. Saya menempuh pendidikan di jurusan IT. Jadi, awal-awal dulu belum punya laptop dan hanya memakai computer Pentium 3 di rumah. Nah, waktu computer sering rusak akhirnya diputuskanlah untuk membeli sebuah laptop. Spesifikasinya core i3 dan HD 500GB. Sebelum punya laptop, saya sering meminjam laptop teman atau laptop temannya kakak.
Saat ini rasanya laptopnya sudah sepuh saja dan mau pensiun. Hehehe. Lha mau bagaimana lagi sudah “bedah” sana – “bedah” sini. Saya rasa pernah saya ceritakan juga di blog saya ini kalau laptop saya ini pernah kehujanan. Gara-gara itu HD rusak. Dan harus ganti. Keyboard nya juga lumpuh separuh. Yang sebelah kiri sudah nggak berfungsi. Eh tapi, sekarang hampir menyeluruh sih sepertinya. Layar juga diganti. Nggak tahu kenapa pas saya pakai internetan, tiba-tiba layar jadi blur gitu. Saya bawa ke servisan dan disarankan buat ganti. Ya sudahlah. Rasanya ingin menangis waktu itu. Butuh dana banyak soalnya. Sampai-sampai saya harus pinjam uang kakak perempuan saya. Belum lama ini, laptop masuk servisan lagi karena mendadak susah dibuka. Kalau dipaksa buka takut patah. Dan orang servisan malah bilang engsel laptop patah. Mengeluarkan beberapa rupiah lagi dengan hasil yang sebenarnya saya bingung. Karena layar laptop saya nggak begitu rekat kayak laptop-laptop yang seharusnya. Kalau laptop teman saya yang merk serta seriesnya sama dengan saya justru yang rusak terlebih dahulu adalah chargernya. Kalau charger saya, masih aman-aman saja. Alhamdulillah. Tapi, sebenarnya sudah semenjak lama harus dipas-in gitulah. Diutak-atik. Baterainya juga sudah rusak. Laptopnya nggak bisa hidup lama kalau tanpa nyolok charger.
  
  Kamis, 01 Maret 2018
  11:20

Wednesday, February 21, 2018

Iseng Level: Stalking Facebook Sendiri

5:10 AM 0 Comments
13 Februari 2018. Saya stalking facebook saya sendiri. Membaca kembali apa yang sudah pernah saya tulis beberapa tahun yang lalu. Boleh dibilang saya cukup akrab juga dengan facebook. Cukup sering menjawab pertanyaan dari facebook soal apa yang saya pikirkan.
Buah dari stalking facebook sendiri adalah saya menyimpulkan kalau periode alay saya ada di tahun 2009-2010. Ya, memang awal bermain facebook itu tahun 2009 juga sih. Kadar ke-alay-an nya itu dimana menulis status dengan bahasa sok imut dan kombinasi huruf kecil dan huruf kapital. Kalau soal kombinasi sayua jarang pakai. Repot juga ngetiknya dan ganggu di mata plus nyusahin bacanya. Dulu itu saya kalau di facebook atau di SMS kalau nulis yang ada “nya” nya itu huruf “y” nya hilang. Misal: semuanya jadi semuana. Hahaha. Terus, kalau nulis sampai itu jadi mp3. Kenapa 3? Karena di keyboard hp yang bukan qwerty itu tinggal dipencet aja rada lama tombol yang huruf “def” nanti langsung keluar angka 3. Daripada huruf “e” harus pencet dua kali baru keluar. Ada lagi, kalau ketemu kata yang berakhiran huruf “n” jadi ketambahan huruf “d”. Contoh: teman jadi temand. Keren jadi kerend. Hahaha. Yang ini ditiru juga sama teman saya. Paling lainnya itu yang kayak sih diubah nulisnya jadi cie… Hahaha. Sok imut alay banget yak? Bikin pengen muntah yak? Tapi, menurut saya masih mending dari pada ada yang lebih parah itu kalau nggak salah huruf “x” buat mewakili “nya”. Atau gimana ya… saya pernah dapat pesan dari adik kelas, saya kesusahan bacanya karena dia terlalu banyak memakai huruf x.
Oiya, baca-baca status lama jadi membuat saya tahu juga siapa teman yang kerap memberikan komentar. Saya juga jadi mikir kalau upadate-an status saya di facebook itu banyak nggak jelas dan bikin teman-teman di facebook salah paham juga. Kayak pengen ngomong ke diri sendiri: “Kenapa beginian pakai ditulis di facebook?”, “Kenapa sedikit-sedikit, apa-apa ditulis di facebook?”. Saya juga cukup sering membuat notes di Facebook. Isinya ya kalau nggak copasan artikel-artikel motivasi ya tulisan sendiri atau cerpen sendiri.
Sekarang nggak begitu aktif lagi di facebook. Hanya sesekali aja berkunjung. Dulu sempat beberapa kali juga merasa lesu bermain facebook karena teman-teman mulai nggak asik. Hahaha. Banyak kata-kata kasar dan nggak jelas.
  
  Selasa, 20 Februari 2018
  10:46

Si Tampang Pas-Pasan

5:08 AM 0 Comments
 “Tampangku pas-pasan. Pas kalau disandingkan sama anak kelas 6 SD atau SMP kelas VII. Hahaha. Dikira sama temen sendiri”
*Buah dari stalking facebook sendiri pada 13 februari 2018. Sementara status tersebut dibuat pada 12 Maret 2010.
Rasanya pengen ketawa. Nggak nyangka saja dulu bisa nulis kayak gitu. Hahaha. Status itu saya tulis lagi disini dengan memperbaiki EYD.
  
  Selasa, 20 Maret 2018
  10:18

Tuesday, February 13, 2018

Dilan, Rindu, dan TTS

3:35 AM 0 Comments
Dilan 1990
Dilan
Dilan 1990
Dilan
Siapa nih yang DILANda demam Dilan? Belakangan ini sedang booming filmnya. Film remaja yang diangkat dari novel populer yang sudah ditonton berjuta-juta manusia. Novelnya sendiri katanya berdasarkan kisah nyata. Jadi, Dilan dan Milea itu ada di dunia nyata. Dan sepertinya hal itu mengundang tanda tanya publik tentang siapakah gerangan mereka. Bagaimana wujud mereka. Publik yang penasaran pun gencar mencari tahu dan berteori sendiri. Sementara penulisnya bilang sudah ada perjanjian dengan Dilan dan Milea asli kalau no publikasi. Tapi, publik nggak sedikit juga yang meyakini kalau penulisnya sendirilah yang merupakan Dilan.
Saya sendiri tahu Dilan itu awal-awal nggak sengaja sewaktu nonton tv terus disuatu acara tv gitu dikenalkanlah cast pemain Dilan dan Milea. Ada Iqbaal yang terkenal lewat coboy juniornya sebagai Dilan dan adiknya Sissy
Prescilla yaitu Vanesha Prescilla sebagai Milea. Nah, udah deh ternyata ramai juga tuh saya amatin di jagad pertwitteran. Pada bertanya-tanya kok cast yang jadi Dilan itu Iqbaal? Bukan Adipati Dolken atau Jefri Nichol atau Gusti Reyhan yang tampang bad boy nya lebih dapat daripada Iqbaal yang kelihatan terlalu imut buat meranin Panglima Tempur geng motor. Begitulah netizen maunya pemain Dilan versi mereka tapi penulisnya sudah memilih maunya itu Iqbaal, gimana? Penulis percaya Iqbaal bisa membawakan karakter Dilan dengan baik. Selanjutnya ketika trailer filmnya keluar, geger lagi. Netizen bilang gombalan-gombalan Dilan kerasa datar aja padahal kalau di novel bisa bikin senyum-senyum sendiri. Sekali lagi muncul keraguan Dilan dibawakan oleh Iqbaal. Terlampau jadi pengamat atas keramaian soal Dilan, saya sendiri akhirnya memutuskan untuk menjadi pembaca novelnya. Hahaha. Iya dari awal saya memang nggak tahu bagaimana cerita novel Dilan. Setelah baca lalu nonton trailernya saya cuma bisa berkata "eh iya bener lho..datar aja gitu". Ada beberapa gombalan yang di novelnya menurut saya itu epik eh di trailernya dibawakan datar aja gitu. Tapi, tenang aja, setelah netizen menonton film Dilan secara keseluruhan kesangsian akan Iqbaal sebagai Dilan sirna sudah. Berganti dengan banjir pujian. Nggak salah cast.
Beberapa hari yang lalu saya baru saja menyelesaikan membaca novel Dilan yang kedua dan ketiga. Ya, memang berjarak cukup lama dari ketika saya membaca novel Dilan yang pertama. Habisnya dulu ada yang bilang yang kedua dan ketiga kurang begitu bagus dari yang pertamanya. Tapi, akhirnya saya memutuskan baca yang kedua dan ketiga juga setelah sebelumnya sempat kena spoiler ending kisah Dilan-Milea di twitter. Dan saya nggak mau spoiler disini. Hahaha. Yang penasaran baca aja sendiri novelnya. Kalau novel Dilan yang ketiga itu ceritanya diambil dari sudut pandang Dilan.

Buat novel Dilan yang pertama, ada beberapa hal yang saya suka. Dan itu adalah bagian yang soal rindu, hadiah ulang tahun berupa TTS yang sudah diisi semua dan yang Dilan mengancam mau bakar sekolah kalau kepala sekolah berani tampar Milea. Ngeri juga ini si Dilan. berani banget. sampai segitunya. Ada beberapa hal juga yang mencuri perhatian saya. Seperti soal Dilan yang suka sastra, Milea yang agak kurang saya suka karakternya karena sebagai perempuan cantik. sudah punya pacar. cuma lagi LDR. Jadi orang cantik memang biasanya banyak yang suka. Tapi, kalau sudah ada yang punya kalau dideketin sama yang lain kenapa tetap mau-mau aja? Welcome aja gitu?. Terus soal kedekatan Milea dengan Bundanya Dilan. Saya pikir-pikir itu pacaran masih SMA sudah dikenalin ke keluarga ya... Hahaha. Pacar sama calon mertua sudah dekat gitu. Kalau dihitung itu novel  pertama kan setting Dilan ditahun 1990, novel kedua settingnya Dilan di tahun 1991. Ini pacarannya cuma setahun aja ya?
Tentang karakter Dilan yang suka sastra dan gaya berbahasanya kok mengingatkan saya sama diri saya sendiri. Hahaha. Saya juga pernah ingin ngomong ke mamah saya kayak gini: “Mamah nggak usah kangen aku. Biar aku yang kangen mama". Tapi, saya urungkan niat saya itu karena saya takut dikeplak kakak saya sambil dibilang "udah nggak usah sok keren" Hahaha. Saya memang nggak bilang kalau rindu itu berat kayak  yang dikatakan Dilan tapi bilang biar aku saja. Ya nggak ingin merepotkan tapi kayaknya ngomong kayak gitu ke mamah ya percuma. Seorang ibu bakalan tetap memikirkan anaknya, rindu anaknya. Biarpun diminta untuk jangan. Dilan juga kalau ngomong ke Milea kayak minta izin dulu. Kayak pas bilang: "Assalamu'alaikum jangan?". Saya juga gitu. Sebelum bertindak ke orang-orang itu tanya dulu kayak: "galau boleh?". Tapi, kalau Dilan begitu biar so sweet kali ya... Kalau saya bukan ke aspek manisnya tapi lebih karena ingin sopan aja. Biarpun malah kata orang, apa-apa kalau tanya dulu malah kesannya kaku. Hahaha. Mungkin karena sama-sama suka baca (suka sastra) dan suka nulis-nulis puisi juga jadinya pemikiran dan gaya bahasa agak mirip.
Soal ngasih hadiah ulang tahun berupa TTS yang sudah diisi semua dan dicovernya dicorat-coret ditulisin pesan ucapan itu asli kocak dan beda banget. Hahaha. Saya nggak menjalani masa remaja saya di era 90-an. Tapi, ketika akhir 90-an dan awal 2000-an waktu itu saya masih kecil kakak-kakak saya suka itu maen ngisi TTS. TTS yang biasanya gambar sampul depannya perempuan cantik. Hahaha. Dulu belinya itu kayak ditempat orang jual koran, majalah dan komik gitu. Kalau perkembangannya sekarang ini saya kurang tahu. Yang saya tahu kalau era sekarang sih TTS nya Cak Lontong. Hahaha. Kalau dulu kakak perempuan saya seperti tukeran gitu adu TTS sama gebetannya kayaknya. Jadi saling ngisi TTS sampai selesai terus kalau sudah selesai ditukar gitu. Entahlah. Saya juga bingung. Mana saya waktu itu masih kecil juga. Pokoknya kakak perempuan saya ngisi TTS nya serius banget sampai nyari jawabnnya buka-buka buku.
Kalau menurut saya, sosok anak laki-laki kayak Dilan ini memang ada sih di dunia nyata. Anak yang kalau ngomong kayak ngawur, ngelantur ngalor-ngidul tapi bisa bikin yang dengar ketawa senang. Bikin mengalir aja percakapannya. Bikin orang yang terlibat percakapan dengannya akan bilang  kalau ngomong sama dia itu Asik aja gitu. Tapi, orang kayak gini kadang akan dinilai nggak bisa serius karena obrolan-obrolan ringannya yang meski kayak bercanda tapi tetap mengena. Anak yang anti mainstream, kelakuannya ada-ada aja.

Panjang juga ini ternyata bahas soal Dilan. Hahahaha. Ya sudah ya.. cukup sekian saja.
 
  Selasa, 13 Februari 2018
  00:43