Wednesday, April 4, 2012

COUPLE EDITION.

9:35 AM 0 Comments
Bingung saya mau ngasih judul tulisan ini apa. Haha. Saya kasih aja deh judul kayak barang jualan. Haha. Lagian ini juga tulisan perlampiasaan dari ke-bete-an saya. Sekali lagi saya bete ye,,,bukan jealous. (iye..iye..na. emang bete kenapa?).
Jadi, ceritanya saya lama-lama ngerasa males di kampus. Habis dimana-mana orang pacaran. Lagi hotspot-an eh sebelah saya atau di depan saya ada yang pacaran. Nggak ngenak-enakin pemandangan aja. Lagian saya kan udah pe-we (baca:posisi wuenak :D ) duduk disitu. Udah kebagian sinyal yang bagus juga buat hotspotan. So, nggak mungkin saya yang pindah tempat. Kalau mau pacaran jangan di tempat umum kenapa? Tempat orang cari ilmu malah dihiasi macam itu. Haduh-haduh….
Temen sekelas juga gitu. Ada yang cinlok dan jadinya pacaran deh mereka. Bareng terus. Hadhuh… apa nggak bosen? Dunia (duniamu) cuma diisi satu orang aja apa enaknya sih? Nggak bosen apa? Ketemu terus… Orang itu lagi..Orang itu lagi… (Dalam hal ini pacar kamu…)
Orang jatuh cinta emang aneh… kalau mereka pada membuat pembelaan kalau itu adalah hak asasi mereka. Iya..iya deh.. tapi, tau tempat juga ya mbak..mbak..mas..mas…
Sekian deh…
Terima kasih
HAHAHAHAAA…..

Knowing Feeling with Reading

9:31 AM 0 Comments
Kemaren habis baca postingannya salah satu teman saya di blognya. Isi postingannya tentang perasaan dia ke seorang laki-laki. Di postingannya itu dia mendeskripsikan seperti apa laki-laki yang sudah menggetarkan hatinya itu. Mungkin menurut orang postingan teman saya yang seperti itu biasa saja, tapi ada satu kalimat dari postingan teman saya itu yang cukup menarik, setidaknya menurut saya. Dia menulis: “aku takut aku cinta” di akhir postingannya yang berjudul “Kamu” itu. Jleb! Ngena banget menurut saya. Hehe.
Jauh beberapa bulan sebelum ini, sewaktu saya lagi maen di dunia maya secara tidak sengaja saya sampai di blognya seseorang. Dia perempuan. Di blognya itu ada salah satu postingan yang dia tulis sebagai tanggapan dari postingan salah satu teman laki-lakinya. Dia sedikit menceritakan di blognya kalau di blog temannya itu, temannya menuliskan tentang sikapnya ke dia selama ini. Dan, dia pun menangkap kalau sebenarnya temannya itu ada rasa dengan dia. Kurang lebih seperti itulah isi postingan balasan itu. Tapi, dari postingan temannya itu ada yang sedikit mengganggu saya. “Aku tidak bermaksud mengganggumu. Hanya saja aku ingin melakukan itu”. Kurang lebih seperti itu tulisannya. Saya bisa bilang kalau itu salah satu sikap egois si laki-laki. Gimana tidak? Si laki-laki merasa senang menganggu si perempuan karena bisa merasa lebih dekat gitu. Tapi, disisi perempuan gimana? Apa dia seneng juga diganggu? Bukankah diganggu atau mengalami gangguan itu tidak enak?. Well, it’s not really the point. Saya masih ingat, raditya dika dalam stand up comedy nya pernah bercanda yang kurang lebih seperti ini:

(agak) sedikit realistis

9:27 AM 0 Comments
Cahaya terang sedikit menerangi semester 6 ini. Beberapa dosen mulai (agak) sedikit realistis tentang tugas kelompok dan utamanya adalah tentang nilai. Saya bilang agak karena saya sendiri belum tahu bagaimana implementasi dari apa yang sudah diucapkan oleh dosen di kelas. Saya berharap hasilnya benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan.
Jadi, dosen saya bilang kalau tidak semua mahasiswa yang bekerja di kelompok (tim) itu semuanya aktif. Ada juga yang pasif yang hanya nebeng nama saja dan dapat nilai bagus sama seperti anggota kelompoknya. Yang seperti itu kan tidak adil namanya. Jadi, syukurlah dosen saya sadar dan mengerti mengenai apa yang terjadi di lapangan. Hehe.

Merasa Sendiri Adalah…

9:23 AM 0 Comments

Saat kamu bersama dengan kedua orang teman kamu. Dimana teman kamu lebih dekat dan nyaman bersama dengan teman kamu selain kamu.
Saat teman kamu menemukan banyak teman baru dan lebih nyaman bersama dengan mereka.

a fake concern (a letter to an opportunist)

9:19 AM 0 Comments
kasihan?
Apa mereka juga kasihan denganmu?
Lisanmu sungguh manis saat kau mulai ujarkan rasa kasihanmu
Dan aku bertanya setelah itu
Apa yang kamu lakukan?
Tak lakukan apapun
Hanya membagi rasa
Apa itu dapat selesaikan semuanya
Terkadang aku merasa kalau sekarang kamu tlah seperti dia
Menjadi ringan sekali dalam bertutur kata

Kau tak ingin rugikan siapapun
Tapi di sisi lain kau inginkan semuanya itu timbal-balik
Kau baik karena itu untuk bersama
Karena kalau kau buat jelek
Baik mereka ataupun kamu
Pastinya akan dapat jelek juga
Kau seolah tak mau dapat jelek
Dan sebenarnya ada sesuatu yang kamu lewatkan
Sesuatu pelajaran yang lebih dari berbagi rasa kasihan